Something Happen in BUS From Makassar to Tana Toraja

My Daily activity Add comments

Tanggal 04 Januari 2009, perjalananku dari Makassar menuju Rantepao- Tana Toraja- SULSEL segera dimulai. Paginya saya menuju terminal DAYA Makassar untuk memesan seat pada sebuah maskapai BUS (seperti pesawat aja). Dan akhirnya dapat satu buah seat dengan jadwal keberangkatan pkl. 20.00

Tepat pukul 20.00 I was already. Semua barang sudah dikemas sesuai dengan kemasan dan fungsinya. Saatnya menunggu bus di depan jalan. Maklum dari pada ongkos habis menuju terminal maka kubulatkan niatku menunggu sesosok bus di Jl. Perintis Kemerdekaan tepatnya di Km 20. Cukup lama menunggu bus ini. Pkl 20.30 membuat saya sempat gelisah karena ban kendaraan ngak juga nongol. Jangankan ban lampu kendaraan pun nyaris ngak terlihat. Wah..wah..wah kayaknya mesti pake telp nih ke maskapai busnya. Sayang beribu sayang semua nomor telepon yang tertera di karcis tidak ada satupun yang nyambung. Yang ada nada tone ada tetapi ngak diangkat sama sekali. Lah trus maksud no telephonenya dipasang apa yach???? Apa hanya assesoris aja. Ngak tahu ah yang saya ketahui semua nonya ngak terjawab sama sekali. Dan itupun sudah dihub berkali-kali. ABCDE Adu..Boo..Cape..Dech.

Sabar…sabar itulah pesan yang berkali kali hadir di benakku. Pkl. 21.00 akhirnya busnya muncul dan saya pun melambaikan tangan, bak salah satu kontestan Miss Universe yang sedang menyapa penonton. Busnya berhenti, itu berarti itulah bus yang akan saya tumpangi.

Agak kaget pas di Bus, karena penumpangnya bisa dihitung dengan jari tangan (ya eyalah…masa hitungnya pake jempol kaki). Penumpangnya hanya sekitar 15 orang dari biasanya 50 penumpang. Tentunya senang donk, cos kita bebas milih tempat dan bebas baring sepuasnya tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Itulah kesan menyenangkan yang cukup mengobati rasa kecewa saya menunggu busnya yang telat muncul.

Sambil menikmati perjalanan kuraih headsetku dan MP3 mulai terdengar. Tahu donk lagu mana yang diputar duluan??? Ya eyalah lagunya Agnes Maunikah…(maksudnya Monica). Tidak terasa pkl. 24.00 bus berhenti. Kenapa yach??? Eh ternyata sebuah bus denbgan tujuan yang sama mengalami masalah pada system pelumasan mesin. Yach mungkin lupa General Overhaul kali….ato terdapat kebocoran ngak tahu dech yang pastinya sekitar 10 penumpang dari bus itu mesti berpindah ke bus yang kami tumpangi. Syukurlah mereka memilih set yang adak depan so aku tidak terganggu dan tetap menguasai dua seat.

Perhentian kedua……yup bus berhenti untuk kedua kalinya di sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh yang kebetulan ada warung di depannya. Aku ngerti maksud driver. Sapa yang mau beli oleh- oleh silahkan dan sapa yang mau makan yuk mari diberi kesempatan dengan sebebas-bebasnya demi kenyamanan bagi pessangers tapi bukan gratis loch (BSS…Bayar Sendiri…Sendiri). Karena kebetulan kenyang jadi saya lanjut mendengarkan MP3. Adalah seorang kakek dan nenek tepat berada di samping kursi saya. Mereka pindahan dari bus yang bermasalah tadi. Yach mungkin kecapean pindah bus so tidurnya lelap sekali sampai- sampai saya takut untuk membangunkan mereka. Tetapi ya udahlah biarkan mereka beristirahat dengan tenang.

Kurang lebih 20 menit STOP, driver and all the crew cie….segera memasuki bus dan melaksanakan fungsinya masing masing. Menghidupkan mesin dan mengecek kelengkapan penumpang. Jangan sampe ada yang ketinggalan. Nah pas mesin bus hidup inilah terdengar suara payau dengan agak lantang berkata:

In Toraja “Oh sapiri lakumandekan dolo le….” —Translate—“ pak supir kami mau singgah makan dulu yach”. Ternyata suara itu berasal dari nenek dan kakek yang berada tepat di samping seat saya. (waktu itu headset saya lepas).

Serentak semua penumpang berkata “Ondole….ma’pari na tae mi turun ina’ kumande. Na lamalemo te oto e…Nenek”—translate—“Aduh…kenapa tadi tidak turun makan Nenek. Ini bus dah mau Jalan Nenek”

Si nenek menjawab “Tae dikka kisa’dingngi kodonk” —Translate—“ Kami ketiduraan kasian jadi tidak sadar”

Karena mengejar waktu dan berdasarkan polling SMS maka perjalanan dilanjutkan. Si kakek dan si nenek hanya mengomel karena keinginan mereka untuk makan tertunda. Dengan ngomel-ngomel mereka kemudian tertidur kembali.

One Response to “Something Happen in BUS From Makassar to Tana Toraja”

  1. ILHAM Says:

    tegamu di’ ndak kau bangunkan ki itu nenek2…kasihannya menempuh perjalanan jauh tanpa makan dan minum di usianya yg sudah lanjut. Apa jadinya seandainya ternyadi hal yg tdk2 pada nenek kakek itu hanya karena tidak makan. Kau bisa dituntut loh *terlalu mendramatisir*

    ok have a great scary adventure

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in