Tepatnya hari Minggu malam, tgl 31 Mei 2009 merupakan hari yang menutup bulan Mei dengan kurang menyenangkan bagiku. Kenapa? Kronologisnya seperti ini “-“
Malam itu jam 21.30 HPku bergetar. Sebuah no asing alias no yang tidak saya kenal Nampak pada touch screen HPku (du I le…). No itu seperti sedang berseru- seru agar segera diangkat. Tanpa piker panjang tangan yang lembut dan halus ini segera menekan angka 1 yg berarti answer pada HPku. Dengan suara yang sopan, santun (maklum dah pernah ikut training communication skill) saya pun mengucapkan salam memulai awal percakapan.
“Halo slamat malam”
“Halo malam. Wah..gimana kabarnya dah lama ngak dengar kabarnya” spontan sipenelp membalas salam saya,
“Ini dengan sapa yach”
“ Ini dengan Ardi di Wolowaru masih ingat kan?”
“Oh Ardi astaga (suaranya kok beda yach??) gimana kabarmu kenapa baru telp dari mana aja kamu?. Lo no lama kamu sudah ngak aktif yah.
Demikianlah sepenggal awal komunikasi saya dengan siArdi. Memang saya memiliki teman di Wolowaru namanya persis dengan nama si penelp dan profesinyapun juga sama (polisi) tetapi saya cukup kaget karena suaranya sangat beda dengan suara teman saya itu. Namun hal tersebut tidak membuat saya untuk berpikir yang aneh2 (be positip gi tu loch…). Intinya saya senang aja, cos teman sesuku saya itu akhirnya menelp. Maklum saja, kami jarang ketemu. Selama di Flores saya baru ketemu dia 4x setiap akan ke Ende.
Tepat pukul 21.30 diapun meng-sms saya. Katanya “Bos isikan pulsa dulu donk”. Karena saya merasa dia adalah teman saya, serta tidak ada salahnya membantu dan tidak bermaksud untuk menyombongkan apa yang saya miliki, saya pun mengiyakan dan janji sepulang dari kantor (cos waktu itu saya masih di kantor sampai jam 2 pagi alias lembur dan belum sempat cari pulsa). Akhirnya sayapun menunda untuk mengirimkan pulsa karena udah jam 2 pagi.
Besoknya tgl. 01 Juni 2009 saya kemudian berbagi cerita dengan teman saya. Menurut kamu gimana Ded kalo teman yang sudah kamu kenal dan berasal dari daerah yang sama tiba- tiba menelp kamu dan tidak lama kemudian meminta dikirimkan pulsa. Yach dengan kata lain dia menelp hanya sebuah basa- basi yang ujung- ujungnya meminta dikirimkan pulsa. Kasarnya itu memanfaatkan kita gituloch, ( itulah SIKAP yang PALING saya benci dalam sebuah PERSAHABATAN) bersahabat tetapi ada maksud. Teman sayapun hanya berkata bahwa sangat disayangkan dan ternyata dia juga sudah terbiasa dengan hal tersebut. Tidak enak untuk ditolak dan cukup bodoh untuk memnuhi permintaan seperti itu.
Malamnya sekitar 18.26 WITA si Ardi kemudian meng SMS saya lagi. SMSnya kurang lebih seperti ini
”BOS, di kantor ada barang sitaan yang mau dilelang KOMANDAN. Jenis barangnya laptop dan Handphone. Barangnya masih baru masih dalam kotak dan masih segel”
Membaca SMS tersebut saya langsung tersentak tertarik dan langsung menanyakan jenis merk dan spesifikasi notebook serta HP nya. Balasan pesannya sangat cepat dan akurat (kalo untuk ngetik sms normal sangat ngak mungkin cos karakter huruf dan angkanya banyak dan saya terima dalam waktu 10 detik setelah pesan pertanyaan saya kirim”. But saat itu saya belum ada pikiran negatip sama sekali. Belum lagi terkait handphone karena secara kebetulan saya juga akan mengganti handphone. Dalam hati saya wow memang moment yang sangat tepat. Kok rejeki datang tepat pada waktunya yach. Itulah yang terbenak dalam pikiran saya.
Dia pun membalas dengan rincian spesifikasi notebook dan HP serta kisaran harganya. Saya akhirnya tertarik dengan tawaran Nokia Comunicator E90 yang ditawarkan dengan harga 2.000.000 Murah bukan? Tentunya saya samasekali tidak menaruh curiga ataupun akan menolak tawaran tersebut dengan alasan diakan teman saya dan ngak mungkin bohong dengan saya. Saya kemudian membalas pesan dia kalau saya sangat tertarik dengan NOKIA E90 dan menanyakan kapan saya bisa mengambil barangnya.
“Saya minta tolong isi pulsa 100 seribu aja dulu saya mau telp komandan saya untuk menyiapkan HP kamu supaya nanti tinggal diambil. Ngak usah bayar dulu kirimin pulsa 100 ribu aja dulu supaya saya bisa menghubungi komandan saya. Sekarang yach.” Itulah jawaban dia saat saya mengkonfirmasi mengenai pembayaran dan pengambilannya kapan.
Mendengar percakapan saya itu teman sayapun sentak kaget dan meremind saya. Are u sure that is he your friend in Wolowaru? Mendengar pertanyaan itu saya sempat mikir. “Hati kecilku mengatakan saya ngak yakin cos suaranya beda dan logatnya kok ngak Makassar yach. Padahal dia tuh kalo ngomong makasaar banget logatnya”. Saya ngak yakin Ded. Gini aja dia kan orang Toraja? Ajak aja pake bahasa Toraja. Itulah Saran Dedi dengan gaya bahasanya yang sangat cerdas.
Saya pun kemudian menelp balik si Ardi. “Umbara muni totemo le?” (yang arti Indonesianya “Kamu di mana Sekarang?” Dia pun bertanya berkali- kali apa? Ngak ngerti saya. Dia mulai karanga-ranga. Pulsanya dikirim skarang aja saya tunggu. Spontan, pertanyaanku ngak bisa dia jawab dengan bahasa Toraja ngerti pun juga kagak. Nah loch akhirnya saya sadar kalo saya sudah tertipu. Untungnya pulsa yang hendak mau dikirim belum dibeli. Hal ini karena saya suka menunda dan agak pelupa (ternyata ada segi positipnya juga yach menunda dan pelupa).
Dan nomor itu adalah 0813 7505 2555 no Dari MEDAN.
Pelajaran yang dapat dipetik adalah:
- Jangan mudah percaya dengan orang yang belum begitu kita kenal,
- Jangan mudah percaya dengan tawaran- tawaran yang cukup menggiurkan,
- Selektif dalam menerima no telp yang belum tersave di HP kita. Kalo kagak begitu kenal, pembicaraan sebaiknya jangan diperpanjang dan segera akhiri pembicaraan dengan sopan,
- Perlu share dengan teman jika ada keganjalan yang anda alami dalam keseharian anda (jika anda merasa hal tersebut perlu dishare),
- Cari tahu no asing tersebut jika anda merasa penasaran melalui CS operator kartu anda (minimal tahu dari daerah mana nomor tersebut).
- Jangan lupa BERDOA (he..ini emang wajib tapi paling sulit saya lakukan).

























Recent Comments